11 Jul 2014

Tidurnya Orang Puasa Itu Godaan !


Satu bulan penuh kita akan menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Dalam hadist, puasa adalah menahan makan dan minum serta hawa nafsu yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Ramadhan adalah bulan ibadah bagi setiap muslim. Bulan yang didalamnya diperintahkan untuk berpuasa, shalat tarawih, membaca Al Qur’an, bersedekah, iti’kaf pada sepuluh hari terakhirnya.

Iya benar, menahan makan dan minum serta hawa nafsu. Bisa dibilang, menahan makan dan minum untuk dewasa ini dapat dengan mudah diatasi. Kita sudah dewasa dan saya yakin semua orang mampu menahan makan dan minum selama puasa. Nah, yang kedua ini yang sangat sulit, yaitu hawa nafsu yang mengurangi pahala bahkan membatalkan puasa.

Kita mampu menahan godaan es puter yang idjual dipinggir jalan sepulang kerja atau kuliah, kita bisa menahan aroma bakso yang jalan jalan didepan hidung kita. Tapi, apakah bisa menahan amarah saat mobil kita disrempet pengendara motor yang ugal ugalan ? apakah kita bisa menahan pandangan mata ketika melihat sesuatu yang haram untuk dilihat ?

Bagi sebagian orang yang setiap harinya selalu terjaga dari hal keburukan pasti tak akan sulit, namun jika kita adalah makhluk yang masih dibutakan akan indahnya duniawi (termasuk ane gan :D) pasti menjadi hal yang sangat sulit untuk dihindarkan. Alih alih ketidaksengajaan menjadi alasan utama.

Kemudian apa hubungannya maksiat dengan tidur ? ada beberapa hadist yang mengatakan, “tidurnya orang puasa adalah ibadah”. Maksud dari hadist tersebut adalah lebih baik tidur daripada melakukan kemaksiatan. Namun, kenapa kita mesti tidur jikalau kita bisa melakukan sesuatu yang menghasilkan pahala ?

Tidur, adalah kebiasaan umum yang dilakukan ketika puasa. Bahkan sampai muncul kalimat, “Tidurnya orang puasa adalah ibadah”. Namun tanpa kita sadari, tidurlah godaan terbesar dalam bulan puasa.

Diantara kita pasti betah tidur siang ketika puasa. Sepulang kerja tidur sampai ashar, kemudian mandi, sholat, sambil menunggu buka puasa. Nah, sebenarnya selain tidur yang menghabiskan waktu tersebut, kita bisa melakukan hal yang lebih bermanfaat dan menghasilkan pahala.

Sebenarnya tidur siang adalah kebiasaan masyarakat Arab dan beberapa orang sholeh dan ulama terdahulu. Mereka menyebutnya Qailulah yang artinya tidur sebentar waktu siang. Mereka melakukannya tidak hanya pada bulan Ramadhan tapi pada hari-hari biasa juga, khususnya pada waktu musim panas. Para Ulama Sholeh terdahulu menjadikan tujuan dari qailulah ini agar pada malam harinya bisa bangun untuk mendirikan sholat tahajud.

Nah, apakah kita melakukan tidur siang untuk sholat tahajud dan tadaruz Al-Quran dimalam harinya ? kalau aku sih jarang, kalau iya sih tadarus palingan jam 11 udah tidur lagi.

Namun, bagi bagi sebagian banyaknya tidur akan menafikan hikmah dari disyariatkannya berpuasa yaitu untuk melakukan jihad dengan dirinya melawan berbagai tarikan-tarikan hawa nafsu dan syahwatnya selama puasa.

Pada hakikatnya tidak ada larangan untuk tidur, tidur itu perlu. Namun alangkah baiknya waktu yang kita gunakan untuk tidur bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih berguna

Ustadz Sigit Pranowo berpendapat :

Hadits ”Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah” terdapat didalam kitab ”Ihya Ulumuddin” milik Imam Ghazali. Namun al Iroqi mengatakan bahwa kami meriwayatkannya didalam ”Amalii Ibnu Mundah” dari riwayat Ibnul Mughiroh al Qowas dari Abdullah bin umar dengan sanad lemah atau mungkin Abdullah bin ’Amr.

Adapun hadits lainnya yang berbunyi,”Tidurnya orang yang berpuasa ibadah, diamnya tasbih, doanya diijabah dan amalnya diterima.” maka menurut Syeikh Al Bani didalam kitabnya ”as Silsilah adh Dhaifah wa al Maudhu’ah” (10/230) adalah lemah.

Hadits itu diriwayatkan oleh Abu Muhammad bin Sho’id didalam ”Musnad Ibnu Abi Aufa” (2/120), ad Dailamiy (93/4) dan al Wahidiy didalam ’Al Wasith” (1/65/1) dari Sulaiman bin Amr dari Abdul Malik bin Umair dari Ibnu Abi Aufa.

Al Bani mengatakan bahwa hadits ini palsu, Sulaiman bin Umar adalah Abu Daud an Nakh’i adalah seorang pendusta.

Pemilik kitab ”Faidhul Qodir” mengatakan bahwa didalamnya terdapat Ma’ruf bin Hasan—ia adalah salah seorang—yang lemah sedangkan Sulaiman bin Umar an Nakh’i adalah orang yang lebih lemah darinya.

Al Hafizh al Iroqi mengatakan bahwa didalam hadits itu terdapat Sulaiman an Nakh’i ia adalah salah seorang pendusta. (Faidhul Qodir juz VI hal 290)

Dengan demikian tidurnya orang yang berpuasa bukanlah ibadah karena hadits itu tidak benar berasal dari Rasulullah saw.


Nah, sekarang baru tau kan ternyata selama ini saya telah tergoda dengan yang namanya tidur.

Kalau tidur hanya untuk bermalas-malasan dan meninggalkan kewajiban serta menelantarkan tugas, tentu itu sangat bertentangan dengan makna ibadah puasa itu sendiri. Para Sahabat Rasulullah s.a.w. menjalani puasa Ramadhan dengan tugas-tugas yang cukup berat, seperti perang Badar dan penaklukan Makkah. Ini semua petunjuk bahwa puasa bukan untuk menjadikan kita malas, tapi puasa adalah spirit agar kita bisa memberikan yang lebih baik meskipun dengan keterbatasan diri kita.

Coba kita nengok ke masjid masjid ketika habis Dzuhur, tidak sedikit orang sedang tidur pulas didalam masjid, bahkan ketika tidak bulan puasa. Sampai sampai tak sedikit pula takmir masjid yang member catatan didinding, “Dilarang Tidur Didalam Masjid”.

11 Okt 2013

Petani Sebagai Pelaku Wirausaha Dalam Menghadapi Persaingan Entrepreneur

Latar Belakang

Didesaku, tepatnya di sebuah desa terpencil di kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mayoritas masyarakat disini adalah petani padi. Dan mayoritas petani disini berusia relatif tua, karena mungkin para pemuda kurang begitu tertarik akan usaha pertanian dan juga para orang tua mereka kurang menghendaki anaknya menjadi petani. Kenapa ? karena kebanyakan disini beranggapan kalau seorang petani berpenghasilan sangat rendah yang tak sebanding dengan jerih payahnya menggarap sawah.

Faktor pertama yang sangat mempengaruhi kenapa penghasilan para petani disini sangat rendah adalah karena mereka hanya mampu sebatas menggarap sawah, menanam benih hingga panen dan menghasilkan padi yang kemudian mereka jual ke pengepul. Dan tentu, harga padi disini dihargai sangat minim dan ketika dijual kembali oleh pengusaha distribusi pangan harganya bisa menjadi berlipat dari harga petani. Dan selisih itu sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh para petani.

Fakor kedua yaitu masalah proses penggarapan sawah yang mayoritas menggunakan tenaga manusia. Mereka masih menggunakan tenaga manusia untuk menggemburkan tanah (macul) dan kemudian nantinya ditanami benih. belum lagi ditambah upah yang harus dibayarkan oleh petani kepada buruh tani tersebut. Dan pengunakan tenaga manusia tersebut terus menerus diterapkan hingga proses panen.

Faktor ketiga yaitu yaitu peran pemerintah yang mensupport hanya sebatas di awal pembibitan. Ibarat sebuah hubungan antara ibu dan anak, pemerintah ini hanya memberikan asi sampai usia 7 bulan, dan kemudian dilepas untuk mencari makan sendiri. Begini yang kami rasakan, pemerintah hanya menyediakan bibit dan pupuk diawal musim, dan kemudian kami para petani tidak terus didampingi secara intensif. Dampaknya, ketika serangan hama datang, petani kewalahan dan tak bisa menghadapi, dan buruknya, pemerintah baru mengetahui disaat tanaman padi telah rusak terserang hama.

Faktor Keempat, yaitu selama ini masyarakat menempatkan profesi Tani sebagai sampingan. Atau menjadi profesi utama dengan praktik pertanian yang itu itu saja. Tidak ada peningkatan kualitas dalam pembentukan tanaman padinya. Mereka hanya sebatas melakukan peningkatan kuantitas dengan memperluas lahan. Hasilnya, padi yang didapat memang banyak, namun bernilai standar. Padahal sebenarnya dengan lahan yang sedikit namun kuantitas padi yang baik dapat menghasilkan padi yang bernilai jual tinggi dan tentu hasilnya akan sepadan dengan lahan luas namun kualitas buruk.


Petani Muda

Tahun 2012 lalu saya pernah mengkampanyekan para pemuda didaerah saya agar memajukan petani agar lebih inovatif dengan mereka berperan langsung didalamnya. Ide ini bukan tanpa alasan, rasanya sangat miris ketika berjalan-jalan disiang terik ditengah sawah dan bertemu dengan kakek 70tahun yang sedang berjibaku menyalakan diesel untuk pompa air. Sejenak aku hampiri Beliau dan bertanya, “Kok sendirian Mbah ? lha anaknya kemana ?” tanyaku. “owalah Le, anakku kerjo ning luar negeri. Tak aku wae sing garap sawah. (owalah Nak, anak saya bekerja di luar negeri. Biar saya saja yang kerja menggarap sawah).” jawab beliau.

Bagi para orang tua selain menganggap bahwa pemuda “kurang sabar dan tekun” dalam menggarap sawah, juga merasa kasihan jika anaknya tidak akan “maju” jika hanya menjadi sebatas petani. Mindset seperti ini seharusnya diluruskan untuk dirubah agar tidak berkelanjutan.

Menurutku, jika tidak ada generasi penerus para petani, trus siapa yang akan menciptakan makanan pokok dinegeri ini ?


Petani Sebagai Pelaku Usaha

Diharapkan petani mempunyai sebuah jiwa entreprenur dalam menjalankan profesinya. Dimana menurut Syamsu Hilal dalam jurnalnya yang berjudul “Menumbuhkan Petani Muda Wirausaha” mengatakan bahwa petani wirausaha adalah petani yang berpikir dan bertindak untuk mengembangkan hal-hal yang lebih baik dari apa yang dikerjakannya selama ini, sehingga hasil pertaniannya dapat lebih menguntungkan.

1. Petani tidak hanya berperan sebagai produsen, tapi juga sebagai pemasar. Maksudnya petani menjual sendiri hasil pertaniannya kepada konsumen rumah tangga tanpa melalui pihak ketiga. Sistem seperti ini telah diterapkan oleh pemerintah propinsi Jawa Timur melalui pasar Puspa Agro. Dimana disana petani langsung menjadi penjual dan menggelar hasil pertaniannya.

2. Merubah sistem mekanisasi secara menyeluruh dalam proses penggarapan lahan. Sistem ini dapat memaksimalkan keefektifan dan efisiensi dalam proses penggarapan sawah. Dengan cara menerapkan teknologi hasil pekerjaan akan cepat selesai, dan tidak membutuhkan banyak sumber daya manusia. Dengan begitu biaya produksi dapat ditekan secara maksimal. Dengan konsekuensi, tenaga buruh tani akan berkurang dan mengakibatkan berkurangnya mata pencaharian buruh tani.

3. Petani mandiri. Dengan fakta sekarang ini yang minim perhatian dan pendampingan dari pihak terkait demi memajukan petani, mau tidak mau para petani harus bisa lebih mandiri. Memang masalah pokok petani adalah mengenai wawasan terhadap ilmu pertanian. Coba bayangkan, apakah ada lulusan sarjana pertanian yang mau jadi petani ? tentu tidak semua. Maka dari itu petani harus dituntut paham akan ilmu pertanian. Cara terbaik yaitu melalui Learning By Doing atau belajar melalui bekerja. Apa yang dialami, dipelajari, dan dibahas solusi jalan keluarnya. Dengan begitu permasalahan mengenai kekurangan pupuk, serangan hama, dapat dengan mudah, tepat, dan tanggap diatasi oleh para petani secara mandiri.

4. Meningkatkan kualitas padi, bukan hanya meningkatkan lahan pertanian. Seperti yang dikatakan diatas, petani harus berpikir bukan hanya kuantitas, tapi kualitas. Dimana hasil panen yang berkualitas baik akan meningkatkan nilai jual dan menambah keuntungan. Ingat kata pepatah bung Karno, “beri aku 1000 orang tua akan aku cabut semeru dari tanah, beri aku 100 pemuda akan aku goncangkan dunia.”.


Mekanisasi dan digitalisasi Pertanian padi

1. Mesin Penanam Padi

Beberapa daerah memang telah mempraktekkan proses mekanisasi pada fase tanam bibit. Namun, kebanyakan besar petani di Indonesia masih menggunakan cara lama yaitu manual menggunakan tenaga manusia, begitu juga didesaku. Nah, inilah saatnya petani muda inovatif mulai mempraktekkan penggunaan alat penanam padi, dengan investasi seperti ini akan lebih banyak manfaat dan keuntungan untuk hasil akhir dan musim tanam berikutnya.

2. Pemotong dan perontok Padi

Begitu juga halnya dengan proses panen, sekarang masyarakat telah menggunakan mesin perontok padi. Mesin perontok padi yang didesain oleh para petani memang sangat membantu dan menambah efisiensi. Namun ternyata prosesnya masih belum maksimal dan jauh dari yang diharapkan. Kenapa ? mesin ini hanya sebagai perontok, sehingga untuk memotong batang padi masih menggunakan sistem manual, sehingga memungkinkan terjadinya tingkat “loss” (jumlah padi yang hilang) yang relatif banyak. Karena padi dipotong, kemudian diangkut dibawa ke mesin perontok untuk dipisahkan gabahnya.

Suatu saat nanti alat ini akan digunakan oleh para petani di Indonesia. (wikipedia)

Harapannya dengan penggunaan mesin pemotong sekaligus perontok akan sangat mengurangi tingkat “loss” gabah. Dan tentu hasil panen berikut keuntungan petani akan dapat meningkat hingga 2 persen.

3. Informasi Iklim dan Cuaca

Yang menjadi pengaruh utama tanaman adalah iklim dan cuaca. Dalm menganalisa iklim para petani saat ini mengandalkan perhitungan bulan dan posisi bulan dimana saat itu berada. Mereka tahu bahwa ketika bulan september maka sumber air begitu sulit didapat, sebaliknya ketika datang bulan Desember dan Januari maka telah mulai sering hujan. Begitu juga cuaca, para petani sudah mampu menebak nebak apakah akan hujan atau cerah. Sehingga mereka bisa memutuskan untuk menggunakan pompa diesel ata menunggu hujan datang. Tentu ini akan menghemat biaya produksi.

Nah, dengan teknologi yang semakin maju, juga didukung masyarakat sekarang yang cenderung konsumtif terhadap barang elektronik, maka perlu memanfaatkan prediksi cuaca (AccuWeather) yang telah terintegrasi di beberapa smartphone. Dengan sasaran Petani Muda, diharapkan untuk menunjang profesi mereka aplikasi AccuWeather ini bisa digunakan.

4. Analisa tanaman

Dalam perawatan rutin kita bisa memanfaatkan berbagai aplikasi analisis pada smartphone. Misalnya sebah aplikasi analisis efisiensi pupuk pada tanaman. Leaf Coder, begitu nama aplikasi besutan Telkom University. Ciputraentrepreneurship.com menjelaskan bahwa cara kerja aplikasi ini yaitu melakukan scan terhadap sample daun yang telah dipotret melalui aplikasi ini. Leaf Coder akan memberikan output berupa jumlah takaran pupuk yang pas untuk tanaman tersebut.

Manfaat utamanya yaitu untuk menciptakan penggunakaan pupuk yang ramah lingkungan dengan tidak berlebihan. Selain itu juga menambah efisiensi penggunaan pupuk sehingga dapat menekan biaya pupuk oleh petani.

5. Pupuk Alternatif

Saat ini pupuk kimia maupun organik masih disubsidi pemerintah. Begitu juga untuk bibit padinya. Setiap 3 bulan sekali pemerintah menyetor pupuk subsidi ke desa-desa. Dan sayangnya, pupuk-pupuk tersebut tak mampu memenuhi seluruh kebutuhan petani dengan lahan yang begitu luasnya. Entah karena dimainkan oleh oknum atau murni karena stok yang terbatas dari pemerintah. Imbasnya, petani harus membeli ke luar daerah dan membayar harga 2 kali lebih mahal dari harga normal.

Dengan tidak bergantung dari pemerintah, petani, khususnya para petani muda mampu menerapkan inovasi pupuk alami buatan sendiri. Dengan proses fermentasi dari dedaunan yang ada disekitar kita mampu disulap menjadi sebuah pupuk organik. Apalagi didesa-desa masih banyak penduduk yang memelihara hewan ternak bisa dimanfaatkan kotorannya. Harapannya, selain bisa memenuhi kebutuhan pupuk yang jauh dari cukup, juga turut membantu pemerintah menghemat anggaran Negara.


Kendala

Dalam sebuah usaha pasti ada kendala yang selalu datang dengan berbagai bentuk. Dalam hal ini petani, kendala ada 2 faktor, yaitu dari alam dan dari manusianya. Faktor alam bisa meliputi perubahan iklim yang tidak menentu seperti kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan sehingga tanaman kekurangan air. Kemudian dari manusia bisa berupa human error, atau kondisi pasar. Sebagai petani wirausaha diharuskan sebuah planning kedua jika sewaktu waktu kemungkinan terburuk terjadi. Itulah kenapa petani harus berjiwa wirausaha.


Penutup 

Dengan ulasan permasalahan pertanian padi yang telah saya ambil sampel dari daerah saya di Magetan Jawa Timur yang secara garis besar mungkin sama dengan kebanyakan di daerah Indonesia. Saya menyimpulkan bahwa petani di indonesia masih setia dengan tradisional, mau tidak mau harus bermetamorfosa 5 tahun lebih maju. Dengan peningkatan berbagai proses mekanisasi dan digitalisasi agar mampu bersaing di dunia global, sehingga pasar dalam negeri tidak tergerus oleh pasar impor.

Dengan bermodalkan Petani Muda yang berjumlah sekitar 34,78 % dari keseluruhan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian (Data Badan Statistika tahun 2010) akan mampu merubah pertanian Indonesia selangkah lebih maju. Meningkatkan kompetensi petani muda dalam mengakses teknologi, modal, pasar, dan manajemen sehingga menjadi petani muda wirausaha mandiri yang inovatif, kreatif, mampu bersaing, berwawasan global dan professional.


Semoga generasi muda harus mampu memajukan pertanian Indonesia (doc.pribadi)

Petani bekerja kepada alam untuk manusia. Petani bekerja sekuat tenaga agar tanaman yang ia tanamkan berbuah manis, dan alam telah menjawab kerja keras mereka melalui panen raya. Kini giliran kita, bagaimana kita bisa menghargai karya petani tersebut ?



Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Esai Ciputra Entrepreneurship 2013 bertema "Bagaimana Menghadapi Persaingan Sebagai Entrepreneur."


Rujukan :

2 Mar 2013

Jasa Review Berkualitas

Review adalah hal penting dalam metode promosi produk. Para produsen pasti merelakan produknya untuk direview dan bahkan memberikan reward bagi reviewer yang terbaik.

Kita lihat, banyak tabloid dan majalah hobi pasti tiap edisinya mereview sebuah produk baru. Tentu itu akan mengenalkan dan menyebarluaskan sebuah oroduk baru agar laris dipasaran.

Banyak fasilitas untuk menyalurkan review anda. Bisa melalui jejaring sosial, sebuah situs yang berhubungan, membuat sendiri blog review, dan juga menyerahkan kepada jasa review professional.

Mereview sendiri dengan memanfaatkan jasa reviewer professional tentu menghasilkan sesuatu yang berbeda. Mungkin kita membuat review terlalu asal asalan dalam memilih kata walaupun kita mengenal baik akan produk sendiri. Namun ada nilai tersendiri bila anda menyerahkan kepada jasa review.

Untuk urusan review bisnis anda, serahkan kepada Dewa SEO Jasa Review. Karena Dewa SEO memberikan pelayanan Jasa Review Produk Bisnis Terbaik dan Berkualitas.

Anda akan mendapatkan review yang mampu menarik minat calon pembeli terhadap bisnis produk anda. Selain itu review juga diposting di situs Dewa SEO yang tentu tak diragukan keahliannya menembak keyword. Karena Dewa SEO juga sebagai PAKAR SEO.

Bisnis anda akan semakin menyebar luas didunia internet. Bisnis anda juga akan disebar ke ratusan situs bookmarking oleh Dewa SEO.

Selain itu juga memudahkan calon pembeli untuk langsung menghubungi anda. Karena kontak bisnis anda juga dicantumkan lengkap dalam review nantinya.

Dengan begitu anda dirumah tinggal menunggu calon pembeli yang datang dengan sendirinya. Tinggal duduk manis didepan laptop dan ponsel anda menunggu konsumen menghubungi anda. Memudahkan anda bukan ?

Pesan review sebanyak-banyaknya untuk setiap produk bisnis anda. Sehingga setiap produk mempunyai satu review. Yang dapat memenuhi kebutuhan calon pembeli yang berbeda-beda.

Review juga bisa berperan sebagai testimoni. Namun kelebihan review yaitu lebih lengkap daripada testimoni. Dan tentu lebih obyektif dan bersifat promosi.

Jasa Review

Oke, sudah siapkah anda mereview produk anda dengan Jasa Review dari Dewa SEO ?

26 Feb 2013

Pantai Pasir Putih

IMG_0681IMG_0668IMG_0661IMG_0660IMG_0659IMG_0575
IMG_0568IMG_0562IMG_0557IMG_0556IMG_0555IMG_0554
IMG_0550IMG_0549IMG_0541IMG_0529IMG_0474IMG_0466
IMG_0465IMG_0463IMG_0425IMG_0424IMG_0402IMG_0400

Pantai Pasir Putih, salah satu album di Flickr.

Trenggalek Jawa Timur

14 Jan 2013

From Peasant To Nation

Aku terlahir dari keluarga petani. Ayahku seorang petani, kakekku seorang petani, bahkan buyut sampai nenek moyangku juga seorang petani, walaupun orang beranggapan nenek moyangku seorang pelaut. Itu salah.

Tinggal di daerah pedesaan tak banyak pilihan untuk melakukan usaha perbisnisan. Karena memang warga desa itu tidak se-konsumtif warga kota yang mempunyai kesejahteraan lebih besar. Untuk memasarkan barang dan jasa pun lebih harus punya banyak cara lain. Seperti halnya yang terjadi didesaku. Sebuah desa kecil dipinggir kota Magetan, Jawa Timur. Desa Pencol namanya.

Usaha bisnis apa sih yang bisa dilakukan oleh pengusaha di desa ini ?

Tanah Ladang

Sebelum menjawabnya, mari kita kaji terlebih dahulu bagaimana kondisi masyarakat yang ada didesa. Penduduk produktif di desa Pencol 50% adalah petani. 25% sebagai pegawai dan wiraswasta. 15% penduduk lainnya merantau ke luar kota dan mencari pekerjaan disana. Sisanya 10% sebagai masih menganggur.

Tentu hal yang paling menonjol adalah segi pertaniannya. Dalam hal ini yaitu petani padi. Penduduk mayoritas adalah petani. Entah itu petani dengan sawah garapannya sendiri ataupun dengan cara sistem bagi hasil.

Mereka yang tidak punya ladang, namun mampu dalam hal fisik dan mampu mengerjakan sawah, akan bekerjasama dengan petani yang mempunyai ladang luas. Petani kaya yang mempunyai ladang luas akan menyerahkan beberapa petak sawahnya untuk digarap oleh petani yang tidak punya ladang tadi dan hasil panennya akan dibagi rata. Pembagiannya berdasarkan ladang, modal, dan petani yang mengerjakan itu.

Kembali ke pertanyaan awal, bisnis apa yang bisa dilakukan ? yap, dengan investasi tanah.

Para pengusaha dengan modal besar dapat mencari tanah ladang didesa-desa yang mempunyai perekonomian yang masih lemah. Tanah ladang yang sudah tidak diurus oleh pemiliknya karena ditinggal pindah atau dibiarkan begitu saja tanpa ada pelimpahan sebelumnya dapat disewa untuk digarap oleh para petani. Didesaku banyak sekali tanah kosong yang sekarang jadi tandus karena bertahun tahun dibiarkan kosong. Tanah itu adalah milik mantan kepala desa yang sekarang sudah tinggal diluar kota.

Awalnya yang telah menerapkan sistem bagi hasil itu karena alasan ketidakmampuan petani untuk menggarap ladang yang begitu banyaknya. Daripada ladang menganggur begitu saja dan daripada disewakan kepada pihak pabrik BUMN untuk ditanami tebu milik pabrik, lebih baik dilimpahkan ke warga masyarakat yang belum mampu menikmati garapan sawah.



Smbr gbr : Aliansi Petani Indonesia (api.or.id)



Dari situs Aliansi Petani Indonesia dikatakan bahwa sawah itu milik petani. Sebenarnya membangun perusahaan, mall, pusat perbelanjaan diatas tanah ladang yang itu merampas hak petani. Dengan datangnya para pengusaha petani yang menjembatani petani pada tanah garapan, akan membantu perekonomian petani dan tentu terus melestarikan budaya bercocok tanam ditengah sempitnya ladang garapan.

Dengan berkembangnya teknologi digital sekarang ini, harapan untuk warga desa yang mayoritas petani adalah menggandeng para pengusaha untuk sedikit menginvestasikan uangnya untuk dibelikan ladang yang kemudian digarap oleh petani desa.

Dengan memanfaatkan teknologi jaringan internet maka jaringan bisnis tidak hanya pada satu lingkup desa, yaitu mampu menggait para investor dikota kota besar yang kekurangan tanah untuk investasi. Sekarang banyak parabusinessman yang menggunakan sosial media seperti facebook, twitter, BBM, dan melalui website atau blog pribadi mereka. Tak mustahil pula, para petani membuat sebuah jaringan tersendiri melalui media tersebut. Saling berbagi akan permasalahan pertanian yang dialami tiap-tiap desa, distribusi pupuk dan bibit, dan juga mencari pembeli tanah dan penanam modal untuk membantu menggarap sawah.

Harapannya nanti kedepannya, para petani didesa dapat mengoperasikan komputer dan gadget untuk mengakses internet. Memantau isu pertanian yang terjadi diregionalnya. Semua petani pun harus mempunyai sebuah perangkat digital seperti BB. Gila memang, namun ini akan keren abis dan membuat menteri pertanian bilang waw.



Distribusi Pupuk

Permasalahan yang masih menjadi momok ditubuh petani adalah pasokan pupuk. Selama ini pupuk untuk kebutuhan petani sepenuhnya disubsidi oleh pemerintah. Setiap musim tanam tiba petani dikirimkan pupuk lewat para distributor dimasing-masing daerah.

Selanjutnya adalah merubah sistem penjualan beras yang masih dimonopoli oleh tengkulak daerah dengan sistem jaringan online. Karena para petani sudah mempunyai perangkat digital untuk akses internet. Jadi akan lebih baik hasilnya dan tidak akan percuma sistem online ini.

Tidak lain tidak bukan adalah menghindari petani kekurangan pupuk. Disini, didesaku, pupuk masih sering telat, masih sering petani ada yang tidak kebagian pupuk. Dengan menggunakan sistem jaringan terpadu ini, diharapkan peredaran pupuk akan merata dan semua petani seregional mendapatkan pupuk yang rata.

Pemasaran

Musim panen, petani suka cita menyambutnya. Namun setelah itu petani dihadapkan pada banyak pilihan. Akankah padinya nanti dijual dalam keadaan kering ataukah dalam keadaan basah. Maksudnya basah adalah setelah panen padi langsung dapat dijual dengan resiko harga yang lebih rendah. Sedangkan dalam keadaan kering, petani harus menjemur terlebih dahulu padinya hingga kering kemudian baru menjualnya dengan harga tentu lebih besar. Ini sebenarnya adalah sebuah permainan. Tergantung bagaimana petani pandai-pandainya mengambil keputusan.

Bisa saja harga padi kering yang besar tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan untuk menjemur tiap harinya. Belum lagi ada hujan datang dengan tiba-tiba yang malah membuat padi menjadi terendam air. Untuk itu, pemikiran segala kemungkinan yang terjadi dan juga prakiraan akan cuaca sangat menentukan dan mungkin bermanfaat bagi petani.

Dengan meleknya petani akan dunia digital, diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Yaitu dalam hal ini mencari informasi secara detail dan berkala akan prakiraan cuaca diregionalnya dengan terhubung ke situs prakiraan cuaca yang banyak kita jumpai di internet. Seperti milik google weather, yahoo weather, dan lain sebagainya. Atau bisa juga memanfaatkan data dari situs BMKG untuk hasil yang lebih spesifik dari regional kita.

Untuk penjualan hasil panen, petani hanya memiliki 1 penjual gabah. Mau tidak mau, dengan harga yang ditetntukan oleh penjual gabah, petani harus tunduk dan mau melepas gabahnya dengan harga tertentu. Tak ada variasi dan pilihan kepada petani untuk lebih mencari harga lebih layak.

Itu karena kurangnya informasi dan sempitnya jaringan petani. Andaikan seluruh petani dihimpun dalam suatu jaringan yang mana setiap ada informasi semua petani telahg mendapatkannya. Itu akan sangat membantu petani memasarkan gabahnya. Untuk mencari penjual gabah cukup memilih dalam jaringan, maka akan terdapat list berbagai penjual gabah yang siap membeli gabah dari para petani dengan harga yang relatif dan beraneka ragam. Dengan begitu petani akan bisa lebih mengeplorasi untuk menambah harga jual gabahnya.

Yap, seperti dalam situs Elektronik Petani yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian Indonesia sudah telah memberikan berbagai informasi seputar pertanian di Indonesia. Seperti konsultasi untuk petani, sarana produksi meliputi mesin produksi, pupuk, dan juga pemberantas hama. Semuanya sudah disediakan oileh Kementerian Pertanian Indonesia lewat situs ini. Namun semua ini seperti mubadzir, karena mayorutas petani Indonesia diatas usia produktif dan masih belum mengenal dunia digital apalagi internet. Jadi situs ini hanya menjadi tempat tersesatnya orang yang iseng mencari keyword petani.

Petani Indonesia harus belajar dunia digital. Diawali dengan para pemuda yang sudah melek digital mulai merambah dunia pertanian, yang kemudian menuntun mereka para orang tua yang telah menjadi petani tradisional berpuluh-puluh tahun lamanya.

Tidak bisa dipungkiri lagi, kemajuan era teknologi digital saat ini tidak bisa dihentikan. Semua berjalan begitu cepat seiring meningkatnya pendidikan dan kualitas sumber daya manusia. Terbukti dari instansi-instansi maupun lembaga-lembaga pemerintahan yang mulai mengadopsi system digital dalam pelayanannya. Seperti kita tahu, penerimaan mahasiswa baru yang dulu harus datang ke secretariat, sekarang hanya perlu daftar lewat internet. Begitu juga dalam kelangsungan proses belajarnya, semua diakses melalui media maya ini. Lalu, apakah semua ini bisa membawa perubahan pada sector pertanian?

Disisi lain kita harus mempertahankan budaya, namun dilain pihak kita juga harus dituntut untuk maju agar bisa menangani laju perekonomian yang semakin meningkat. Ingat, saat ini Negara kita masih mengimpor beras dari luar negeri. Apakah kita akan terus menerus berpangku tangan dan mengandalkan Negara lain ?

Mungkin semua itu hanya mimpi. Benar, hanya mimpi kalau penduduk di Indonesia ini seluruhnya hanya orang tua. Kita masih ada pemuda. Seperti yang saya petik dari kalimat bung Karno berikut ini, "œBerikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia".

9 Jan 2013

Mudahnya Mencari Bibit dengan MitraBibit.com

Pertanian adalah bagian vital dalam sebuah negara. Hampir semua negara akan berusaha memajukan sektor pertanian terlebih dahulu untuk mewujudkan sebuah negara yang makmur. Karena apa ? kemakmuran suatu negara dapat dilihat dari sseberapa tergantungnya suatu negara kepada negara yang lain. Ibaratnya buat makan saja harus import, apalagi untuk yang lain ?

Dulu saat masih dalam kepemimpinan bapak Suharto, sektor pertanian sangat diperhatikan. Para petani diberikan pupuk, bibit, dan alat alat pertanian. Tujuannya pasti, untuk mendongkrak hasil pangan. Dan tentu menerobos swasembada pangan.

Kemudian faktor apakah yang sangat mempengaruhi hasil pertanian ? yang pasti yaitu faktor internal dari petani itu sendiri. Seperti pemilihan bibit, pemupukan, pengairan yang cocok, dan juga perawatan dari hama.

Pekerjaan sebagai petani adalah pekerjaan yang mempunyai 2 manfaat sekaligus. Kenapa ?

Dengan menanam sebuah tanaman pangan yang hasilnya didistribusikan ke seluruh pelosok negeri, petani juga menjaga keseimbangan alam dengan menciptakan unsur hijau pada bumi kita. Bayangkan jika petani tak ada dan semua permukaan tak ada warna hijau Cuma warna coklat tanah dan putih tembok bangunan.


Oke, saatnya kita menjadi petani masa depan. Yaitu mulai melakukan penanaman pohon untuk jangka waktu lama. Hanya dengan sekali tanam pada beberapa pohon, merawatnya dan membiarkannya tumbuh kembang hingga 10tahun mendatang. Akan sangat bermanfaat tentunya bagi kita dan anak cucu kita.

Penghijauan juga bermanfaat bagi anak cucu orang lain. Kenapa tidak ? Dengan kita melakukan penghijauan dengan menanam pohon, maka polusi akan berkurang, banjir akan berkurang dan tanah longsor juga akan tercegah dan kita hidup didunia ini tidak sendiri. Tentunya manfaat itu akan dirasakan oleh semua umat manusia.

Masalah yang harus dibenahi yaitu kebersamaan. Tak mungkin kita berjuta juta penduduk hanya mengandalkan segelintir orang yang sadar akan bumi untuk melakukan penghijauan, enggag lah, kita masih punya tangan kaki untuk melakukannya sob. So, kita harus bersama-sama melakukan penghijauan. Dengan satu orang menanam satu pohon saja cukup bro. Jika begitu, coba hitung berapa pohon yang tertananam jika penduduk indonesia sekitar 200juta secara serentak melakukan penanaman.

Saatnya bangkit. Kita mulai dari diri sendiri di lingkungan keluarga.
Mencari bibit pohon yang akan kita tanam. Perhatikan, ini penting. Bibit yang unggul akan menghasilkan pohon yang berkualitas. Di era modern serba digital sekarang juga sudah mudah mendapatkan bibit tanaman. Seperti layaknya membeli sebuah pulsa, kita juga bisa mendapatkan bibit tanaman tanpa perlu keluar rumah. Hanya bermodalkan sebuah koneksi internet. Dan klik ke www.mitrabibit.com.


Apa itu Mitrabibit ?

CV. Mitra Bibit jual bibit tanaman berkualitas. Itu dia slogannya. Mitrabibit menyediakan berbagai macam bibit tanaman yang anda butuhkan dengan kualitas yang super.

Mitra Bibit sebuah usaha kecil yang bergerak dibidang pertanian. Lebih tepatnya yaitu menyediakan bibit untuk berbagai macam tanaman. Baik tanaman yang sehari-hari ada disekitar kita maupun yang belum pernah kita lihat sekalipun ada disana.

CV Mitra Bibit sangat baik dalam memasarkan produknya. Yaitu merambah media online. Saya baru dengar penjual bibit memasarkan tanamannya melalui sebuah situs pribadi. Dan benar sekali, dampaknya luar biasa. Saya yang tinggal di Magetan Jawa Timur sekarang telah mengenal bahwa di Kabupaten Purworejo ada sebuah usaha pembudidayaan bibit tanaman.

Tidak hanya dalam hal marketing, namun kualitas dan kuantitas tetap yang utama. Mitra Bibit selalu mengutamakan kualitas dan pelayanannya yang maksimal. Karena inilah nilai penting dari sebuah usaha. Dan mitra Bibit telah memiliki itu.

Ketika anda membuka situs MitraBibit.com, mata anda akan langsung terasa sejuk dan adem. Karena warna utama dari situs mitra Bibit yaitu memilih warna hijau daun. Sangat cocok dengan bidang usaha yang digelutinya. Selain itu, warna hijau juga membuat mata segar. Sangatlah membantu bagi pengguna komputer yang membutuhkan kesegaran karena mungkin terlalu lama didepan komputer.

Jadi disamping keuntungan mendapatkan informasi bibit, pengunjung juga telah tanpa sadar melakukan refleksi pada mata mereka. :D

Kita bedah satu per satu layout dari situs MitraBibit.com. 



Pertama dari background yang digunakan. Sudah saya sampaikan diatas bahwa mitra Bibit memilih warna hijau sebagai warna dasar. Begitu juga backgroundnya, dengan motif seperti bunga-bunga kecil dengan ornamen yang atraktif namun teratur dan konsisten. Menggambarkan bahwa tekad bulad dari CV Mitra Bibit tetap konsisten pada kualitas dan pelayanan dalam membangun bisnisnya. Semakin ke bawah semakin menggelap dengan gradasi yang apik.

Gambar ornamen bunga dalam background atas sepertinya akan lebih baik jika dibaguskan kalitasnya. Karena ketika saya melihat dan memperhatikan masih ada sedikit noise yang mengganggu kualitas gambar. mungkin bisa dibuat kembali dengan program vektor sehingga menghasilkan gambar yang lebih baik.

Kemudian header. Terpampang kebun tanaman mitra bibit yang luas, hijau, dan asri. Menggambarkan begitu seriusnya mitra Bibit dalam memelihara tanaman mereka. Yang nantinya bakal menjadi sebuah pohon yang mampu menjadi nafas dunia.

Saran saya dalam hal ini, mungkin kualitas gambar header bisa lebih ditingkatkan. dengan warna hijau yang lebih mengkilap dengan mengurangi blur sehingga terkesan bersih dan lebih nyata. 

Tak ketinggalan logo CV Mitra Bibit di sisi kanan header. Logo sederhana dengan lambang pohon didalamnya dan terdapat 3 buah daun yang hijau dan segar. Mengandung filosofi yang entah apa, namun yang pasti menggambarkan pohon adalah sumber kehidupan.

Di sidebar sebelah kanan, ada sebuah tool widget terjemahan dari berbagai bahasa. Total ada 12 bahasa yang didukung untuk menerjemahkan situs Mitra Bibit. Bukan hal yang sia sia, karena memang Mitra Bibit telah merambah pasar luar negeri. Karena bukan hanya melayani penjualan biji dan bibit tanaman ke seluruh Indonesia, bahkan expor keluar negeri.

Kemudian di sidebar kiri. Terdapat pengelompokan produk biji dan tanaman yang disediakan oleh mitra bibit. Yang dipisah berdasarkan Biji Tanaman, dan Bibit tanaman. Tentu anda sudah tahu kan perbedaan Biji dan Bibit ?

Bibit dan Biji tanaman pun masih dipisah menurut jenis tanamannya. Ada Bibit Tanaman, Bibit Tanaman Kayu, Bibit Tanaman Lainnya, Bibit Tanaman Perindang, dan Bibit Tanaman Rempah. Ada pula Biji Tanaman Buah, Biji Tanaman Kayu, Biji Tanaman Pakan Ternak, Biji Tanaman Perindang, Biji dan Tanaman Rempah.

Kemudian di halaman beranda situs mitra bibit, anda akan disuguhi beraneka artikel yang sangat berguna bagi anda. artikel tentang pertanian tentunya, penjelasan dari berbagai jenis tanaman. Juga prospek bisnis jika anda ingin menginvestasikan pohon untuk masa depan.

Dibagian footer, terlihat jumlah folower yang telah menjadi pelanggan web MitraBibit. Saat artikel ini ditulis, sudah berjumlah 127 follower. Jumlah yang lumayan banyak untuk meningkatkan pembaca yang kemudian mungkin bisa menjadi pelanggan.

Yang menjadi nilai lebih kenapa harus MitraBibit yaitu adanya Layanan konsultasi. Layanan ini dapat anda temui di menubar atas. Sebuah pelayanan yang jarang kita temui dalam beberapa usaha bisnis. Ini sangat bermanfaat bagi pelanggan yang bingung akan apa yang ia pilih dalam membeli bibit, atau masalah jangka panjang tentang pohon yang nantinya ia tanam. Pokoknya semua permasalahan anda tentang biji dan bibit tanaman atau apapun yang berhubungan dapat anda gunakan layanan ini secara GRATIS.

Nilai plus plus dengan adanya layanan konsultasi ini. Bagaimanapun, pelanggan adalah segalanya. Dan Mitra Bibit telah melakukannya.

Menu selanjutnya yang ada di Navbar situs MitraBibit yaitu Cara Pemesanan. Disini anda akan disuguhi cara pemesanan biji dan bibit secara lengkap dan gamblang. Kemudahan bertransaksi sangat diutamakan. Bisa melalui transfer ataupun secara langsung ditempat. Mitra Bibit juga melayani pengiriman dalam sekala kecil. Sehingga untuk anda diluar kabupaten Purworejo bisa menggunakan jasa pengiriman.

Bagi anda yang ingin mendapatkan bibit dan biji tanaman dengan mudah, silakan saja datang ke Mitra Bibit.


Hubungi
HP: 0852-2848-4369
Email: Pengelola@MitraBibit.com

Alamat Mitra Bibit:
Jl.Kemiri-Karangduwur
Ds. Karangduwur, Kec. kemiri,
Kab. Purworejo


Dalam rangka penghijauan bumi kita, mari kita luangkan waktu untuk turut serta menyelamatkan anak cucu dari tipisnya lapisan ozone dimasa mendatang. Begitu pula, langkah awal yaitu mencari biji atau bibit yang anda kehendaki untuk ditaman di lingkungan anda. Pastikan tanaman atau pohon tersebut berguna untuk masa depan dan cocok dengan kondisi tanah dan lingkungan disekitar anda.

Kemudian apa saja sih yang bisa kita tanam di lingkungan kita ? 

Kita mulai saja dengan tanaman ringan konsumsi sehari-hari. Selain praktis juga bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan tentu sangat cocok bagi lingkungan yang padat yang tak memungkinkan menanam sebuah pohon besar. Produk unggulan dari CV. Mitra Bibit adalah bibit jeruk (bibit nipis, bibit jeruk siam/manis, bibit jeruk purut, bibit jeruk santang). Jeruk nipis pasti akan sangat bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga. Banyak manfaat deh jika kita mempunyai tanaman dilingkungan.

Penghijauan akan membuat hidup lebih nyaman dengan alam. Kebutuhan akan terpenuhi dengan tanaman disekitar kita. Dan mari, kita Hijaukan bumi bersama mitrabibit.com

18 Nov 2012

Guru Adalah Dedikasi, Bukan Pekerjaan



Pagi itu pukul 06.45, bel berbunyi tanda pelajaran sudah dimulai. Jam pelajaran pertama adalah Matematika. Saat itu aku masih berada di gerbang. Aku memang mempunyai kebiasaan berangkat agag molor. Pukul 06.30 lebih baru berangkat, padahal jarak rumah dengan sekolah sekitar 20km dan memerlukan waktu lebih dari 20 menit.

Seperti hari hariku biasanya, dalam hati ku bergumam, “yah, telat lagi, biarin deh”. Aku sangat santai mengendarai motorku menuju parkir sekolah. Belum juga berhenti memarkir motor, ku lihat Bu Widarti, wali kelas serta menjadi guru pengajar Matematika di kelasku, berjalan cepat dengan langkah kaki pendek namun gerakan kakinya cepat sekali layaknya orang lari. Jika dihitung dengan sepedometer mungkin kecepatannya sekitar 7km/jam-an. Aku anggap mungkin tidak terjadi apa apa ketika aku telat, seperti guru lain pada umumnya. Tinggal bilang alasannya telat “bangunnya kesiangan”. Udah beres, dan langsung disuruh duduk.

Ternyata semua anggapanku salah. Aku terkejut ketika sampai didepan pintu kelas. Ku ucapkan salam, sama sekali tidak dianggap oleh Bu Wid (sapaan akrab Beliau). Sekali lagi, “assalamualaikum”. Sekali lagi pula tak dijawab. Bu Wid terus melanjutkan kegiatannya mengajar dikelasku. Aku pun berdiri diam didepan pintu. Cukup lama, sekitar 15 menit. Sampai akhirnya, ku kembali mengucapkan salam untuk yang terakhir kalinya,“assalamualaikum”. Teman-temanku menjawabnya,”waalaikum salam”. Bu Wid menoleh, sambil menjawab pelan.

“eh, ada apa ? sana sana, saya tidak mau melihat anak saya pemalas yang suka telat !”

“maaf Bu Wid, saya telat”, jawabku pelan.

“saya sudah tahu kamu telat, kenapa bisa telat ?” jawab Bu Wid dengan jutek seperti biasa.

“bangunnya kesiangan Bu.”, alasan yang telah aku buat jauh jauh dari rumah sebelum berangkat.

“sudah mengerjakan PR ?”. memang kebiasaan Beliau adalah selalu memberikan tugas rumah pada akhir pelajaran. Tak pernah sekalipun Ia tidak memberikan tugas. Karena Bu Wid yakin jika anak didiknya tidak akan belajar di rumah kalau tidak ada PR, tugas, atau besoknya ulangan.

“sudah Bu”, “mana-mana, coba lihat !”.

Ku ambil buku tulisku. Buku tulis merah dengan sampul plastik rapi. Memang peraturan yang Beliau terapkan adalah semua buku pelajaran Matematika, entah buku tulis ataupun buku paket harus disampul rapi. Dan satu lagi yang unik dari Bu Wid, Ia mewajibkan semua siswa mengenakan papan nama saat pelajarannya. Supaya Bu Wid lebih mudah dan cepat mengenal para anak didiknya.

“cek !!”, kata Beliau, kata itu yang sering di ucapkan Beliau untuk memeriksa apakah catatan anak anaknya sudah lengkap atau belum. Beliau memeriksa buku tulisku. Buku tugas dan buku catatan. Semuanya tak luput dari pemeriksaan Beliau.

“nah, ini... Kenapa rumusnya belum diberi kotak ? ini juga belum dikasih warna?”, setiap ada rumus dan hal yang perlu diingat, Beliau menyuruh untuk diberi kotak dan memakai bolpoin warna. Itu selalu yang ditekankan Beliau.

“maaf Bu, belum sempat”.

“sana sana, keluar ! Kerjakan diluar sekarang !”, Beliau langsng menyuruhku keluar hanya untuk sekedar memberi kotak dan warna pada rumus yang kemarin diberikan. Memang gaya mengajar yang Beliau terapkan bukanlah main-main. Tak ada toleransi sedikitpun. Begitu tegas, keras, namun perhatian dan penuh kasih sayang selayaknya ibu. Aku akhirnya keluar dan mengerjakan kekurangan yang belum aku selesaikan di luar kelas. Duduk di depan kelas samping pintu masuk. Kelas kami berhadapan dengan ruang guru, tak sedikit para guru berlalu lalang didepan ruang kelasku. Aku hanya tertunduk malu dan memberikan senyum tipis kepada setiap guru yang lewat. “Bodohnya diriku”, dalam batinku.

Setelah selesai memberi kotak dan memberi warna pada rumus, saatnya masuk kelas. Seperti pagi tadi, untuk masuk kelas pun harus melalui perjuangan pula. Aku harus menunggu sampai Bu Wid selesai menerangkan. Setelah Beliau selesai, lalu Ia memanggilku.

“sudah?”

“sudah Bu”, jawabku.

“iya, bagus. Ya kayak gini lho, kan kalau di lihat enak. Nanti juga gampang buat belajarnya”. Ia memujiku. Seperti tidak terjadi apa-apa. Ia begitu ramah menerangkan. Padahal 5 menit yang lalu Ia begitu melotot melihatku karena telat dan belum selesai mencatat. Hatiku pun kembali tenang. Inilah Bu Wid. Bisa sangat marah, namun jika anak-anak melakukan sesuatu dengan sempurna Ia akan memuji dan sangat ramah penuh kasih sayang.

Keesokan harinya sat pelajaran matematika juga. Namun saya kali ini tidak telat pelajarannya Bu Wid, karena memang pelajarannya jam kedua setelah pelajaran Biologi kesukaanku.

Bu Wid sedang membahas PR yang telah diberikan kemarin. Saat itu aku duduk dibelakang. Jauh dari meja guru. Tapi Bu Wid sedang berdiri di depan dekat papan tulis. Ia tidak pernah sekalipun menerangkan sambil duduk. Tiap kali menerangkan Ia selalu berdiri agar semua murid bisa melihatnya. Kembali ke masalah utama, aku memanfaatkan letakku yang jauh dibelakang untuk sekedar ngobrol sedikit dengan teman sebangkuku, Seto. Aku dan Seto mengobrol masalah SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Ya, sebentar lagi kami akan ujian dan harus meneruskan ke jenjang kuliah. Aku mengobrol asyik sampai aku lupa kalau saat itu kelas sedang membahas PR yang kemarin. Dan parahnya lagi Bu Wid tengah memperhatikanku. Tiba tiba, tanpa basa basi aku dipanggil Bu Wid.

“mas Adhy ?”, Beliau biasa memanggil anak didiknya dengan mas atau mbak. Dan yang sangat mengagumkan, dia begitu hafal nama anak didiknya satu per satu. Ia sangat mengenal karakteristik anak didiknya. Ini yang jarang di temui oleh guru guru lain. Ia selalu mengajari satu per satu anak yang kurang paham sehingga Ia hafal betul anak didik yang di ajarnya. Bukan hanya pada kelas kami, tapi juga semua kelas yang di ajarnya.

“tolong kamu kerjakan nomer selanjutnya !”, perintah Beliau kepadaku.

Aku terkejut, aku bingung harus mengerjakan nomer berapa. Karena saat itu aku sama sekali tidak memperhatikan jalannya pembahasan. Dengan terpaksa dan tanpa berpikir panjang, aku berucap soal yang terakhir aku lihat, yaitu nomor 2. Namun semua teman-teman menertawakanku. Bu Wid pun geleng-geleng kepala.

“itu lho akibatnya kalau ngobrol sendiri tanpa memperhatikan pelajaran, sekarang keluar!! Teruskan ngobrolmu di luar sana saja!!”.

Aku dan Seto pun keluar kelas dengan membawa buku tulis. Betapa malunya diriku. Sudah kedua kalinya aku disuruh keluar. “Kenapa selalu aku yang kena”, gumamku.

Diluar kelas, aku dan Seto hanya bisa saling menatap, merenungi kenapa ini kok bisa terjadi. tak jarang kami pun tertawa lepas menertawai perbuatan kami sendiri.

Kelasku letaknya dibelakang ruang guru. Ruang guru memounyai 2 sisi, yaitu sisi depan dan belakang. Semua sisi mempunyai masing masing satu pintu. Dan sekelilingnya terdapat jendela dari kaca. Itu memungkinkan para guru yang ada didalam dapat memperhatikan para siswanya yang ada diluar. Contohnya memperhatikanku yang sedang dihukum dikeluarkan dari kelas. Dan ditambah lagi banyak guru guru yang berlalu lalang lewat depan kelasku. Tak parahnya, hampir semua guru yang lewat sana pasti menoleh ke arah aku dan Seto. Kami balas dengan senyuman rintih.

“kenapa kalian diluar ?”, Tanya guru kimia saat lewat didepan aku dan Seto.

“hehehe, mengobrol sendiri Bu”, jawab kami malu.

Bu Guru kimia itu pun tersenyum dan berlalu begitu saja. Aku merasa lega.

Yang sangat aku takutkan saat itu adalah jangan sampai nanti Bu Guru bahasa Inggris lewat didepanku. Karena apa ? Beliau adalah Tanteku sendiri. Bisa ramai dirumah nanti kalau Beliau tahu kalau aku dikeluarkan dari kelas. Untungnya sampai sejauh ini masih aman.

20 menit berlalu.

“mas Adhy, mas Seto ? salah berapa ?”,panggil Bu Wid memecah lamunan kami diluar kelas.

“Benar semuanya Bu”, jawab kami berdua.

“coba sini lihat”, panggil Bu Wid.

Aku pun tersenyum bahagia. Akhirnya berakhir juga deritaku diluar kelas.

“tadi ngobrolin apa kok serius sekali ?”, Tanya Bu Wid ingin kejelasan permasalahannya.

“tentang SNMPTN Bu.”, jawab kami mantab.

“bagus itu, tapi tempat dan waktunya yang tidak tepat. Kalian harus tahu saatnya mendengarkan dan saatnya berbicara. Jangan berbicara sendiri saat orang lain sedang menerangkan. Paham ?”, nasehat Bu Wid kepada kami.

“iya Bu, maafkan kami.”,

“jadi, siapa yang jawabanya benar semua ?”, Tanya Bu Wid kepada aku dan Seto.

“(aku dan Seto mengangkat tangan)”,

“Bagus..”, puji Bu Wid, “Tepuk tangan”.

Aku dan seto bertepuk tangan sambil masih didepan kelas. Suasana saat itu pun berubah menjadi riang.
Bu Wid ketika selesai mencocokkan PR pasti bertanya pada kami sambil tersenyum, “siapa salah 1 ? salah 2 ? salah 3 ? salah 4 ? salah semua ? dan siapa benar semua ? (kami semua mengangkat tangan. Tepuk tangan”

Bagi seseorang yang baru mengenal beliau pasti berpikir gaya mengajarnya seperti anak TK. Namun jika sudah dekat, semua itu akan berubah menjadi nilai lebih yang mampu menarik para siswa SMA.

Bel berbunyi dari loadspeaker di atas papan tulis. Inilah saat saat yang kami tunggu. Bel pulang. Jam dinding tertuju pada pukul 13.20 WIB. Pelajaran telah usai. Anak anak kelas lain sudah berebut pintu gerbang untuk segera keluar dari kawasan sekolah. Aku dan teman sekelasku asyik menyaksikan teman-teman yang lain berbondong-bondong pulang. Kenapa tidak ikut pulang ? ya, kami ada jam tambahan dari Bu Wid. Sejak pertama kali mengajar di SMAN 1 Maospati, sebuah SMA favorit di Magetan Jawa Timur, Beliau tak pernah melewatkan yang namanya jam tambahan. Bukan hanya untuk kelas 3, tapi juga kelas 1 dan 2 pun juga di berikan oleh Bu Wid. Selama seminggu penuh secara bergantian tiap kelas menjalani jam tambahan ini. Ini sudah menjadi tradisi Beliau sejak dulu.

Hanya Beliau guru satu-satunya yang menerapkan jam tambahan sendiri. Dan satu hal yang harus dicatat, bahwa tambahan jam pelajaran ini adalah “gratis”. Bu Wid dengan Cuma Cuma mengrobankan waktu dan tenaganya untuk diberikan mengajar kami.

Bu Wid tak hanya mengajar pada sekolah kami, namun kebetulan Beliau juga mengajar di SMA PGRI disamping sekolahku. Dan ternyata, bu WId juga memberikan jam tambahannya kepada siswa SMA PGRI. Bahkan pada jadwal tambahan hari jumat, kelasku harus menunggu dimulainya tambahan pada pukul setengah 3 sore. Karena Bu Wid masih mengisi tambahan di SMA PGRI. Tak bisa dibayangkan bagaimana kondisi setamina Beliau harus dikobarkan.

Bu Wid sangat menganjurkan kami semua untuk selalu mengikuti tambahan jam beliau. Bahkan hal itu dibuktikan beliau lewat sikapnya sewaktu menghadapi sikap kami yang bandel yang ingin tidak mengikuti tambahan. Bu Wid pernah marah besar sampai kami dibiarkan dengan hanya diberi tugas tanpa di terangkan sampai berhari hari karena kami hanya ingin jam tambahan di tiadakan sekali waktu.

Tepat 1 jam setengah jam tambahan berlangsung. Jam tambahan dirasa Bu Wid sudah cukup dan materi yang disiapkan telah tersampaikan. Dan saatnya pulang untuk yang tidak berkepentingan. Kalau yang berkepentingan ? ya tetap tinggal dikelas.

Berkepentingan yang dimaksud adalah yang ada jadwal piket kelas. Tak seperti piket pada umumnya, yang hanya menyapu lantai, membersihkan papan tulis dan mentoknya membersihkan jendela. Kami pun di ajarkan Bu Wid untuk melantai (mengepel lantai) setiap seminggu sekali. Sangat berbeda dengan kelas kelas lain yang tidak di ajar Bu Wid. Mungkin mereka hanya memastikan tidak ada kotoran sampah, namun kelas kami dengan Bu Wid sebagai otaknya memastikan bahwa tidak ada debu. Sangat teliti sekali.

Tak hanya kebersihan, tata letak dan hiasan yang ada dikelas pun semua dibawah asuhan Beliau. Jika ada suatu penempatan hiasan dinding yang kurang pas, maka Beliau akan complain dan menyuruh untuk membetulkan.

Aku, kelas, dan Bu Wid mampu mengukir prestasi bersama selama satu tahun. Adalah juara Umum Kebersihan Kelas dalam rangka HUT sekolah. Kemenangan kelas kami sudah mampu ditebak, para guru dan siswa sudah menjagokan kelas kami untuk menang. Dan memang benar, kami menang.

Ternyata Bu Wid mempunyai sisi lain yang berbeda dalam kehidupan kesehariannya. Seorang diri tinggal dirumahnya, hanya ditemani keponakannya yang juga sekolah di SMAN 1 Maospati. Bu Wid telah lama ditinggal suaminya, Alm. Bpk Sudadi, seorang purnawirawan. Membesarkan seorang anak laki-laki seorang diri, yang sekarang sudah menjadi perwira TNI dan baru saja melangsungkan pernikahan.

Kini Beliau mendedikasikan penuh  hidupnya untuk mengajar, karena baginya, kami para siswa adalah keluarganya. Tepatnya Bu Wid menganggap dan memperlakukan kami layaknya seorang anak.

Beliau lahir pada tanggal 12 Juni 1958 di Bandung. Menjadi seorang guru pada tahun 1986. Sebelum mengajar di SMA ku, SMAN 1 Maospati, Beliau mengajar di salah satu SMA di Pekalongan, SMAN 1 Batang. Itulah penempatan pertama Beliau. Sebuah transformasi yang signifikan. Dari Jawa barat, kemudian berjalan ke ujung timur pulau Jawa.

Beliau termasuk guru senior yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan di Indonesia tak hanya bertahun-tahun, namun berpuluh-puluh tahun. Jika mencoba membandingkan dengan guru sekarang, soal kualitas Bu Wid mungkin bisa dikatakan masih dibawah guru sekarang. Namun yang harus dicontoh oleh guru sekarang kepada Bu Wid adalah “dedikasinya”.

Seperti kita tahu, jaman dahulu hanya orang yang mempunyai hati nasionalisme yang ingin mencerdaskan bangsa yang jadi guru. Karena jaman dahulu guru itu gajinya kecil, bahkan tidak dibayar. Namun mempunyai dedikasi penuh yang luar biasa.

Berbeda dengan keadaan sekarang, guru telah menjadi idaman. Profesi guru, sekarang menjadi pekerjaan, bukan pengabdian dan amanat. Jumlah guru sekarang berlimpah, kualitas juga diatas rata-rata, tapi apakah semuanya mampu sepenuh hati berdedikasi dan rela mengorbankan waktu dan tenaga demi anak didiknya. Itu yang menjadi perhatian.

Guru seperti halnya pahlawan, sebuah sebutan pahlawan bukanlah berarti sebuah pekerjaan. Namun lebih mengarah pada penghargaan. Penghargaan karena loyalitas dan dedikasinya dalam bidang tertentu. Sehingga mereka dianugerahkan sebagai pahlawan. Ya, dianugerahkan sebagai pahlawan, bukan dipekerjakan sebagai pahlawan.

Semoga dengan kisah inspiratif dari seorang Bu Wid ini mampu memberi refleksi apa makna sebenarnya tentang guru. Bukan untuk dia, kamu, atau mereka, tapi untuk kita.

***

1 tahun berlalu, kami telah lulus dari SMA. Bu Wid telah melepas kami untuk meneruskan cita-cita kami. Jasa, pelajaran hidup, pembentukan karakter dan didikan dari Beliau akan sangat bermanfaat untuk kami didunia perkuliahan maupun dalam dunia kerja nantinya. Moto Beliau akan selalu kami genggam erat, Kerjakanlah Sesuatu Yang Menghasilkan, Selagi Kita Bisa !

Sebagai wujud terimakasih dan perhatian kami, kami memberikan kejutan di ulang tahun Bu Wid yang ke 54 di kediamannya. Walau hadiah dan persembahan di hari ulang tahunnya yang kami berikan tidak akan cukup menggantikan pengorbanan Beliau selama ini. Namun akan kami tepati janji kami untuk terus mengejar impian setinggi mungkin seperti yang Bu Wid harapkan, Selagi Kita Bisa !





Semua yang kami berikan ini tak seberapa jika dibandingkan yang Ibu berikan, namun cukup mewakili rasa terimakasih kami atas pengorbanan dan kesungguhan Ibu mengajar kami.

Artikel ini diikut sertakan dalam Lomba Blog Gerakan Indonesia Berkibar"Guruku Pahlawanku".

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More